Contoh Cara Menghitung Laju Udara

Laju udara (air flow) adalah jumlah unit udara (volume atau berat) per satuan waktu yang melalui sistem ventilasi. Untuk memperoleh kenyamanan termal, terdapat syarat minimal laju udara yang harus terjadi pada sistem ventilasi di ruang / bangunan. Pada ventilasi alami, sistem ventilasi meliputi bukaan udara masuk (inlet), bukaan udara keluar (outlet), dan jalur sirkulasi udara antara inlet dan outlet.

Adapun contoh cara menghitung laju udara sebagai berikut.

 

  1. Warung kopi

Tanya :

Berapa laju udara (air flow) yang dibutuhkan untuk sebuah ruang makan dalam warung kopi dengan luas 100 m2 yang berisi 50 orang perokok?

Jawab :

Kebutuhan laju udara (air flow) dengan kerapatan penghunian 70 orang per 100 m2 (0,7 orang/m2) untuk warung kopi yang tidak bebas asap rokok = 1,05 m3/min/org

Kerapatan penghunian ruang makan dalam warung kopi

= 70 orang per 100 m2

= 0,7 orang/m2

Kelipatan pertambahan

= 0,7 orang/m2 : 0,7 orang/m2

= 1

Kebutuhan minimal laju udara (air flow) ruang makan dalam warung kopi

= 1 x 1,05 m3/min/org

= 1,05 m3/min/org

 

  1. Kamar kos pasutri

Tanya :

Berapa laju udara (air flow) yang dibutuhkan untuk sebuah kamar kos pasutri dengan luas 10 m2 yang berisi 2 orang? Di kamar kos pasutri tersebut tidak ada yang merokok.

Jawab :

Kebutuhan laju udara (air flow) dengan kerapatan penghunian 25 orang per 100 m2 (0,25 orang/m2) untuk kamar kos pasutri bebas asap rokok = 0,21 m3/min/org

Kerapatan penghunian kamar kos pasutri

= 2 orang per 10 m2

= 5 orang/m2

Kelipatan pertambahan

= 5 orang/m2 : 0,25 orang/m2

= 20

Kebutuhan minimal laju udara (air flow) kamar kos pasutri

= 20 x 0,21 m3/min/org

= 4,2 m3/min/org

 

  1. Ruang Kelas

Tanya :

Berapa laju udara (air flow) yang dibutuhkan untuk sebuah ruang kelas dengan luas 50 m2 yang berisi 25 orang? Di ruang kelas tersebut tidak ada yang merokok.

Jawab :

Kebutuhan laju udara (air flow) dengan kerapatan penghunian 50 orang per 100 m2 (0,5 orang/m2) untuk ruang kelas bebas asap rokok = 0,15 m3/min/org

Kerapatan penghunian ruang kelas

= 25 orang per 50 m2

= 0,4 orang/m2

Kelipatan pertambahan

= 0,4 orang/m2 : 0, 5 orang/m2

= 0,8

Kebutuhan minimal laju udara (air flow) ruang kelas

= 0,8 x 0,15 m3/min/org

= 0,12 m3/min/org

 

Laju udara (air flow) harus memenuhi syarat minimal sesuai kerapatan dan aktivitas pengguna bangunan agar system ventilasi ruang / bangunan dapat optimal dalam menghasilkan kenyamanan termal.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *