Elemen Site Pembentuk Iklim Mikro (2)

Iklim mikro adalah kondisi cuaca spesifik pada rumah/site yang berbeda dengan iklim pada zonanya. Iklim dapat termodifikasi atau dimodifikasi melalui elemen site agar terbentuk kondisi suhu dan kelembapan udara juga kecepatan angin yang menghasilkan kenyamanan termal. Adapun dua elemen site pembentuk iklim mikro terakhir adalah sebagai berikut.

 

  1. Vegetasi

Vegetasi dapat memodifikasi iklim menjadi iklim mikro. Efektivitasnya berubah sesuai pertumbuhan. Vegetasi memodifikasi iklim dengan cara sebagai berikut.

1) Pembayangan sinar matahari

Kanopi tumbuhan menaungi udara sehingga suhunya menurun.

2) Berfungsi sebagai material permukaan

Albedo tanaman rendah, sehingga pemantulan radiasi panas matahari dapat dikurangi. Tekstur tanaman kasar, sehingga arah pantulannya tersebar.

3) Passive cooling

Pendinginan secara pasif dimana uap air hasil respirasi atau pernapasan tumbuhan saat menguap akan mengambil panas dari udara.

4) Pengarah atau barrier angin

Deretan tanaman dapat mengarahkan atau menghalangi gerak angin.

5) Filter debu

Kanopi tumbuhan menyaring debu yg terbawa angin.

Tanpa vegetasi, udara site cenderung menjadi panas kering dan tanah menjadi lebih gersang. Jika area penghijauan pada site kurang maka dibuat green roof agar tetap memperoleh iklim mikro dari vegetasi.

Perbanyak vegetasi dan kurangi perkerasan pada site utk memperoleh iklim mikro yg lbh baik.

 

  1. Air Permukaan

Air permukaan adalah air yang terdapat di permukaan dataran. Air permukaan dapat berupa bentukan alami (contoh: sungai, danau) atau buatan (contoh: kolam). Fungsi air dalam pembentukan iklim mikro adalah menghasilkan passive cooling, dimana efek pendinginan udara terjadi secara pasif tanpa bantuan alat mekanis.

Prinsip passive cooling yaitu saat air menguap panas akan diambil dari udara yang melalui uapnya. Udara yang akan masuk ke dalam rumah menjadi lebih sejuk, tetapi lebih lembap sehingga ruang harus memiliki system ventilasi yang baik. Maka passive cooling lebih tepat diterapkan pada daerah beriklim tropis kering (arid) daripada tropis basah.

Agar passive cooling menggunakan elemen air ini efektif, hal-hal yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut.

1) Alokasi air terkait arah angin datang

Udara dari luar site dikondisikan agar melewati bagian atas air sebelum masuk ke dalam rumah.

2) Alokasi bukaan udara terkait arah angin datang

Lokasi inlet pada fasad diletakkan di daerah muka angin dimana angin datang bukan di daerah bayangan angin.

3) Sistem sirkulasi udara yang baik

Udara yang menjadi lebih lembap oleh uap air harus segera dikeluarkan dari ruang.

Efektivitas passive cooling menggunakan air dipengaruhi alokasi air dan bukaan udara terkait arah angin datang serta sistem sirkulasi udara pada rumah.

 

Berdasarkan seluruh uraian iklim mikro di atas dan di page sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perbedaan elemen site material permukaan dan vegetasi, iklim mikro dan kenyamanan termal di daerah rural cenderung lebih bak daripada daerah urban. Dengan padatnya rumah dan dominasi material perkerasan, di daerah urban suhu udara lebih tinggi dan kecepatan gerak udara lebih lambat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *