Elemen Site Pembentuk Iklim Mikro

Iklim mikro adalah kondisi cuaca spesifik pada rumah/site yang berbeda dengan iklim pada zonanya. Iklim dapat termodifikasi atau dimodifikasi melalui elemen site agar terbentuk kondisi suhu dan kelembapan udara juga kecepatan angin yang menghasilkan kenyamanan termal.

Elemen site pembentuk iklim mikro antara lain sebagai berikut.

 

  1. Topografi

Topografi adalah bentuk permukaan tanah yang dipetakan dalam bentuk garis kontur dan relief permukaan. Perbedaan elevasi, kemiringan, dan efek pembayangan dapat memengaruhi distribusi radiasi panas matahari, suhu udara, dan arah angin.

Makin tinggi elevasi dataran dari permukaan laut (0 mdpl), suhu udaranya cenderung makin rendah. Suatu permukaan tanah akan menerima intensitas radiasi panas matahari lebih sedikit jika permukaannya miring atau tidak frontal terhadap arah datangnya sinar.Bukit dapat memberi pembayangan terhadap radiasi panas matahari pada lembah juga dapat mengarahkan gerak angin dan memberi efek bayangan angin.

Topografi dapat dibentuk secara buatan agar iklim dapat dimodifikasi untuk menghasilkan kenyamanan termal.

 

  1. Material Permukaan

Material permukaan adalah tanah, batu, rumput, dan perkerasan buatan yang dibuat pada site. Setiap material memiliki kemampuan pantul sinar matahari yang spesifik, yang disebut albedo.

Albedo adalah perbandingan antara radiasi matahari yang dipantulkan terhadap yang diterima oleh suatu material. Albedo ditulis dengan satuan persen atau angka 0-1. Makin tinggi albedo maka makin besar kemampuan pantulnya, sebaliknya makin kecil kemampuan serapnya, sehingga dapat meningkatkan suhu udara pada site.

Material alam seperti tanah dan rumput cenderung memiliki albedo lebih rendah daripada perkerasan buatan seperti beton dan bata. Pemantulan sinar matahari ini pun dipengaruhi warna dan tekstur permukaan.

Makin cerah warna material maka nilai albedonya makin tinggi. Makin kasar tekstur maka arah pantulannya makin tersebar. Sebaliknya makin rata dan licin teksturnya, maka arah pantul akan terfokus, sehingga dapat terjadi peningkatan suhu di suatu titik.

Untuk mengantisipasi akumulasi panas akibat pantulan, perkerasan dapat dimodifikasi dengan ditutupi vegetasi miring agar arah pantulannya berubah atau dipadukan dengan vegetasi seperti paving block.

Untuk menghindari akumulasi pantulan panas dari sinar matahari, pilihlah material permukaan dengan kemampuan rendah seperti tanah dan rumput. Pemantulan sinar matahari pun juga bisa dipengaruhi oleh warna dan tekstur material.

 

Untuk dua elemen site terakhir, bisa Anda lihat di sini.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *