Green dan Cooling Effect

Ada 5 strategi pengendalian termal untuk iklim tropis basah seperti di Indnesia, yang keempat adalah Green.

 

Info : Untuk 3 strategi pendalian termal sebelumnya bisa Anda lihat di sini :

  1. Shade dan Filter
  2. Thermal Insulation
  3. Zone

 

Green adalah strategi pengendalian termal menggunakan vegetasi melalui desain lanskap dan pengadaan vegetasi di rumah / bangunan, baik pada atap maupun dindingnya, sehingga diperoleh iklim mikro yang menunjang perolehan kenyamanan termal. Vegetasi mampu membentuk iklim mikro melalui efek pembayangan, fungsi insulasi termal, dan pendinginan udara secara pasif (passive cooling), dimana uap air hasil respirasi/pernapasan tumbuhan saat mengambil panas dari udara.

Strategi green yang diutamakan ada 3 :

 

  1. Landscape

Pengertian landscape terkait strategi pengendalian termal dibatasi pada pemilihan dan penataan vegetasi pada site, agar terbentuk iklim mikro yang menunjang perolehan kenyamanan termal melalui pembayangan dan passive cooling. Efektivitas strategi ini berubah sesuai pertumbuhan vegetasi yang tumbuh membesar dan dapat rontok daunnya.

Pertimbangan pemilihan dan penataan vegetasi pada landscape, yaitu sebagai berikut.

1) Optimasi pembayangan

Pilih vegetasi yang mampu memberi pembayangan secara optimal pada bagian yang dibutuhkan pada fasad. Vegetasi tersebut dapat berupa pohon besar berdaun lebat dengan kanopi lebar.

2) Alokasi vegetasi

Titik tumbuh vegetasi ditata agar terintegrasi dengan sistem penghawaan alami. Bila angin adalah potensi maka jarak vegetasi tidak rapat dan tidak menghalangi aliran udara. Bila angin adalah kendala maka jarak vegetasi dapat dibuat lebih rapat dan menjadi buffer / penahan untuk menurunkan kecepatan angin.

 

  1. Green Roof

Atap hijau (green roof) adalah strategi pengendalian termal dengan cara pengadaan vegetasi di atap agar diperoleh instulasi termal terhadap radiasi panas matahari dan berbentuk iklim mikro pada rumah atau bangunan.

Pada atap datar beton rumah, gunakan extensive garden. Extensive garden adalah green roof untuk vegetasi lunak seperti semak, perdu, dan rumput. Dengan bobot vegetasi yang lebih ringan, juga akar yang lebih dangkal maka tidak dibutuhkan media tanam yang tebal dan berat (keseluruhan tebal green roof) dapat hanya 15 cm).

Dengan desain green roof yang tepat, dapat diperoleh insulasi termal yang efektif. Dari 100% panas yang diterima, sebanyak 87% panas dapat ditahan agar tidak masuk ke dalam rumah / bangunan.

Kemampuan insulasi internal pada green roof dipengaruhi oleh :

1) Ketebalan media tanam

Makin tebal lapisan media tanam, maka insulasi termal makin efektif

2) Jenis vegetasi

Makin lebat kanopi vegetasi maka diperoleh efek pembayangan yang membantu menurunkan suhu udara di atas atap.

 

  1. Skycourt (Taman Gantung)

Skycourt (Taman Gantung) adalah strategi pengendalian termal dengan cara pengadaan vegetasi di recessed sun spaces dan transitional spaces agar diperoleh passive cooling dan terbentuk iklim mikro pada rumah / bangunan yang diperlukan untuk sistem penghawaan alami.

Pertimbangan pada strategi skycourt :

1) Jenis vegetasi

Jenis vegetasi yang tepat sesuai dengan ruang yang tersedia.

2) Teknis

Struktur bangunan (terkait beban dari vegetasi, media tanam, dan air), sistem waterproof, sistem irigasi, dan sistem drainase.

 

Strategi pengendalian termal terakhir untuk iklim tropis basah seperti di Indnesia adalah Cooling Effect.

Cooling effect adalah strategi pengendalian termal melaui efek pendinginan, dalam hal ini udara didinginan secara pasif tanpa bantuan alat mekanis oleh proses penguapan uap air. Karena kandungan uap air pada udara menjadi bertambah (terjadi peningkatan kelembapan udara) maka agar tidak menghambat perolehan kenyamanan termal strategi ini membutuhkan sistem ventilasi / sirkulasi udara yang baik.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *