Laju Udara

Laju udara (air flow) adalah jumlah unit udara (volume atau berat) per satuan waktu yang melalui sistem ventilasi. Untuk memperoleh kenyamanan termal, terdapat syarat minimal laju udara yang harus terjadi pada sistem ventilasi di ruang / bangunan. Pada ventilasi alami, sistem ventilasi meliputi bukaan udara masuk (inlet), bukaan udara keluar (outlet), dan jalur sirkulasi udara antara inlet dan outlet.

 

Kebutuhan laju udara (air flow) ditentukan oleh :

  1. Fungsi ruang / bangunan

Terkait kenyamanan termal, aktivitas yang berbeda menghasilkan tingkat metabolism yang berbeda serta kebutuhan laju udara dan jumlah air changes per hour (ACH) / pergantian udara per jam yang berbeda.

  1. Kerapatan pengguna ruang / bangunan

Makin besar jumlah pengguna rumah / bangunan per satuan luas lantai maka makin tinggi kebutuhan laju udara dan ACH.

  1. Asap rokok

Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan maka untuk fungsi ruang yang sama harus dibedakan antara ruang dengan atau tanpa asapnya.

 

Perolehan laju udara (air flow) ditentukan oleh :

  1. Luas inlet (A)

Makin besar luas inlet maka perolehan air flow makin tinggi.

  1. Besar kecepatan udara (v)

Makin tinggi kecepatan udara yang melalui system ventilasi maka perolehan laju udara makin tinggi.

 

Rumus laju udara (air flow) dan satuan dalam satuan metric, yaitu Q = 0,5682 Av

Q = Laju udara (air flow) dalam m3/min (meter kubik per menit)

A = Area, luas inlet dalam m2 (meter persegi)

v = Besar kecepatan udara (velocity) dalam m/det (meter per detik)

 

Satuan laju udara (air flow) :

  1. l/s (liter per second)
  2. m3/h (meter cubic per hour)
  3. kg/s (kilogram per second)

 

Di Indonesia, satuan laju udara (air flow) yang umum berlaku adalah

  1. m3/min/org (meter kubik per menit per orang)
  2. m3/min/m2 (meter kubik per menit per meter persegi)
  3. m3/min/kmr (meter kubik per menit per kamar)
  4. m3/min/closet (meter kubik per menit per kloset)
  5. m3/min/lantai (meter kubik per menit per lantai)
  6. m3/min/ranjang (meter kubik per menit per ranjang pasien)
  7. m3/min/mbl (meter kubik per menit per mobil)

 

Kebutuhan laju udara (air flow) umumnya 17 sampai 26 m3/jam/org atau 0,28 sampai 0,43 m3/min/org. Kebutuhan ini lebih besar dari 17 m3/jam/org mendekati 26 m3/jam/org, tergantung peningkatan jumlah orang, temperatur udara, dan kadar polusi dalam ruang.

 

Untuk contoh perhitungan laju udara, bisa Anda lihat di sini.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *