Lokasi Bukaan Udara

Lokasi bukaan udara (opening) secara denah telah dijelaskan pada artikel Orientasi Bukaan Udara. Pembahasan di sini lebih difokuskan pada perbedaan elevasi / ketinggian antara inlet dan outlet yang ditinjau secara potongan ruang yang memengaruhi arah pergerakan udara.

 

Kaitan lokasi bukaan udara (opening) dengan pergerakan udara di dalam ruang / bangunan adalah sebagai berikut.

  1. Lokasi inlet dan outlet dengan arah gerak udara

Inlet dan outlet diposisikan pada lokasi yang tepat agar arah gerak udara semerata mungkin, sehingga dapat menghasilkan kenyamanan termal.

  1. Perbedaan elevasi antara inlet dan outlet dengan arah gerak udara

Dengan perbedaan elevasi akan terbentuk cross ventilation yang mendukung perolehan kenyamanan termal

 

Pergerakan udara yang merata dalam ruang / bangunan sebagai berikut.

  1. Udara bergerak menyapu hampir seluruh ruang
  2. Terbentuk olakan (eddy) yang membantu pemerataan aliran udara pada area yang tidak langsung dilalui angina
  3. Terjadi ventilasi silang (cross ventilation)

 

Untuk mengahasilkan ventilasi silang (cross ventilation) secara denah posisi inlet dan outlet tidak frontal berhadapan dan secara potongan tidak berada pada elevasi yang sama.

 

Pertimbangan pemilihan rasio luas outlet terhadap luas inlet serta rasio luas bukaan terhadap luas dinding (window to wall ratio / WWR) antara lain sebagai berikut :

  1. Kebutuhan peningkatan kecepatan gerak udara

Kecepatan gerak udara dalam ruang tidak akan mencapai 100% seperti di site atau luar rumah / bangunan, tetapi terbatas karena adanya penghalang selubung atau kulit rumah/bangunan (secondary skin).

  1. Estetika

Bersifat subyektif terkait oleh dimensi dan proporsi fasad atau keseluruhan rumah / bangunan.

  1. Privasi

Bersifat subyektif terkait tingkat aksesbilitas view dari luar rumah / bangunan ke dalam ruang.

 

Kesimpulan :

– Tentukan luas inlet dengan tepat agar laju udara dan pergantian udara dalam ruang dapat mendukung perolehan kenyamanan termal.

– Tentukan rasio luas antara outlet dan inlet dengan tepat agar di dalam ruang terjadi peningkatan kecepatan gerak udara yang optimal untuk perolehan kenyamanan termal.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *