Luas Bukaan Udara

Agar sirkulasi udara berjalan dengan baik, diperlukan luas minimal bukaan udara masuk (inlet) dengan nilai tertentu. Luas ini adalah nilai rata-rata yang diperlukan untuk ventilasi alami pada suatu ruang di iklim tropis basah dengan kondisi kecepatan udara normal (0.6 m/det s/d 1,5 m/det).

 

Cara perhitungan luas minimal bukaan udara (masuk) inlet pada fasad suatu ruang adalah sebagai berikut.

  1. Berdasarkan luas dinding fasad ruang

40% – 80% luas dinding

  1. Berdasarkan luas ruang

20% luas ruang

 

Pemilihan alternatif cara perhitungan berdasarkan :

  1. Perolehan radiasi panas matahari

Presentase berdasarkan luas dinding fasad antara 40% hingga 80%. Makin besar perolehan radiasi panas matahari maka angka presentase makin kecil.

  1. Estetika

Proporsi luas bukaan udara masuk (inlet) terhadap luas dinding (window to wall ratio/WWR) tetap mempertimbangkan nilai estetika.

 

Dari dua cara tersebut, disarankan mengambil perolehan luas yang terbesar dengan tetap tidak mengabaikan estetika. Karena luas merupakan nilai rata-rata maka perhitungan dapat diterimapkan pada ruang dengan kedalaman berapa pun asalkan masih dapat dijangkau oleh pergerakan udara, juga dapat diterapkan pada fasad dengan orientasi mana pun yang tidak terkait arah angina datang.

 

Contoh :

Luas ruang 9m2, luas fasad 9 m2, dan tinggi fasad 3 m.

Dengan tinggi fasad 3 m dan luas fasad 9 m2, diperoleh dimensi lantai 3 x 3 m.

Perhitungan luas minimal bukaan udara masuk (inlet) :

  1. Berdasarkan luas dinding fasad ruang

= 40% x 9 m2

= 3,6 m2 (1,8 m x 2 m)

  1. Berdasarkan luas ruang

= 20% x 9 m2

= 1,8 m2 (0,9 m x 2 m)

Dengan mengambil hasil perhitungan yang terbesar maka alternatif 1 dengan luas bukaan udara masuk (inlet) 3,6 m2 yang dipilih. Dalam penerapan desain fasad, bukaan seluas 3,6 m2 tersebut harus dibuat parsial dan bersifat fleksibel agar dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Bila dirasakan angin terlalu kencang atau suhu dara menjadi dingin hingga mengurangi kenyamanan termal, sebagian bukaan tersebut dapat ditutup.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *