Orientasi Bukaan Udara

Kaitan orientasi bukaan udara (opening) dengan pergerakan udara di dalam ruang / bangunan :

  1. Orientasi inlet dengan arah gerak udara

Perbedaan orientasi inlet terhadap arah angin datang mengakibatkan perbedaan arah pergerakan udara.

  1. Orientasi inlet dan outlet dengan kecepatan gerak udara

Perbedaan orientasi inlet dan outlet terhadap arah angin datang mengakibatkan perbedaan kecepatan gerak udara.

 

Dengan menggunakan model ruang bujur sangkar atau persegi panjang, ditinjau secara denah, posisi outlet terhadap inlet sebagai berikut.

  1. Berhadapan

Outlet dan inlet terletak pada dua bidang dinding yang berhadapan. Jika orientasi inlet frontal terhadap arah angin maka udara dalam ruang akan bergerak lurus dan langsung keluar melalui outlet tanpa pembelokan yang signifikan.

  1. Bersebelahan

Outlet terletak pada dnding yang tegak lurus dengan bidang dinding inlet. Jika orientasi inlet membentuk sudut miring 45%, udara di dalam ruang akan menemui penghalang dinding dan arah geraknya berbelok sebelum menuju outlet sehingga dengan pembelokan tersebut mengalami penurunan kecepatan gerak. Semua efek ini akan terjadi sebaliknya pada posisi outlet yang bersebelahan dengan inlet.

  1. Pada sisi yang sama

Outlet dan inlet terletak pada bidang dinding yang sama. Jika pergerakan udara / angin merupakan potensi maka penurunan kecepatan gerak harus dihindari. Sebaliknya jika angin terlalu kencang untuk menghasilkan perolehan kenyamanan termal, udara dalam ruang dapat dibelokkan dengan bantuan penghalang seperti dinding atau furnitur.

Dengan posisi outlet pada sisi yang sama dengan inlet, jika inlet tidak menghadap arah angin datang maka di dalam ruang terjadi penurunan kecepatan udara yang signifikan. Jika pergerakan udara / angin di site terlalu kencang untuk menghasilkan perolehan kenyamanan termal, inlet dan outlet pada sisi yang sama dapat diorientasikan agar membentuk sudut tertentu terhadap angin datang.

 

Kesimpulannya, orientasi bukaan udara harus diatur dengan sudut tertentu terhadap arah angin datang, tergantung apakah pergerakan udara pada site menjadi potensi atau kendala, agar diperoleh arah dan kecepatan gerak dalam ruang yang mendukung perolehan kenyamanan termal.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *