Perencanaan Penerangan Alami

Penerangan alami (daylighting) adalah penggunaan cahaya yang bersumber dari alam untuk penerangan. Sebagai sumber energi cahaya yang utama adalah matahari. Sumber lain (dengan intensitas cahaya yang lemah), yaitu hewan seperti kunang-kunang dan pantulan cahaya matahari dari bulan. Kebalikan dari penerangan alami yaitu pencahayaan buatan (artificial lighting) dimana sumber cahaya adalah sistem cahaya, dengan sumber energi listrik, gas, dan minyak bumi.

 

Tujuan penerangan alami adalah sebagai berikut.

  1. Kenyamanan visual (visual comfort)

Kenyamanan visual dapat diperoleh melalui optimasi pemanfaatan penerangan alami dan desain bukaan cahaya pada rumah / bangunan yang tepat, agar cahaya alami yang diperoleh sesuai kebutuhan kerja visual.

  1. Estetika dan suasana

Cahaya alami dimanfaatkan untuk keindahan dan pembangun suasana ruang dalam rumah / bangunan.

 

Agar tujuan penerangan alami dapat tercapai dengan optimal, diperlukan perencanaan yang baik pada ruang / bangunan dan terutama bukaan cahaya, agar potensi cahaya dapat dioptimalkan dan sebaliknya kendala yang terjadi dapat diantisipasi.

 

Potensi pemanfaatan penerangan alami sebagai berikut.

  1. Kenyamanan visual (visual comfort)

Kenyamanan visual dapat diperoleh jika cahaya yang diperoleh sesuai standar.

  1. Konservasi energi

Dengan pemanfaatan penerangan alami siang hari maka energi listrik untuk pencahayaan buatan dapat direduksi hingga 20% total kebutuhan.

 

Perencanaan bukaan cahaya ruangan untuk pemanfaatan penerangan di Indonesia sebagai berikut.

  1. Orientasi rumah / bangunan dan bukaan cahaya

Orientasi rumah / bangunan dan bukaan cahaya menghindari penerimaan radiasi panas matahari, berarti cenderung menghadap utara dan selatan.

  1. Alokasi ruang dan bukaan cahaya

Terkait penerimaan cahaya, alokasi ruang dan bukaan cahaya disesuaikan dengan aktivitas atau fungsi ruang.

  1. Luas bukaan cahaya

Luas bukaan cahaya memenuhi syarat minimal

  1. Alternatif pemasukan cahaya

Alternatif pengadaan cahaya alam baik melalui teknik pasif maupun aktif.

  1. Antisipasi silau (glare)

Silau harus diantisipasi agar dapat diperoleh kenyamanan visual bagi pengguna ruang / bangunan.

  1. Pengendalian termal

Radiasi panas matahari adalah kendala bagi perolehan kenyamanan termal maka dibutuhkan strategi pengendalian termal tertentu melalui desain pada fasad / selubung bangunan.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *