Secondary Skin

Secondary skin adalah kulit atau selubung rumah / bangunan kedua sebagai filter penerimaan radiasi panas matahari. Alokasinya tidak sekadar menutupi keseluruhan fasad. Secondary skin bukan cladding atau pembungkus rumah / bangunan yang langsung menempel pada dinding fasad tetapi memiliki jarak pemasangan tertentu.

Pertimbangan secondary skin dalam desain rumah antara lain :

  1. Kenyaman termal

Tergantung berapa banyak lubang yang ada masih dapat meneruskan radiasi panas matahari.

  1. Kemudahan konstruksi

Konstruksi tergantung material yang digunakan.

  1. Estetika dan kebutuhan view

Bersifat subyektif.

  1. Durability / daya tahan

Karena terekspos maka harus tahan terhadap perubahan cuaca.

 

Agar sirkulasi udara antara secondary skin dan dnding fasad rumah / bangnan berjalan lancar, terdapat teknis pemasangan sebagai berikut.

  1. Terdapat ruang antara dinding secondary skin dan dinding fasad rumah / bangunan dengan jarak minimal 40 – 60 cm.
  2. Bila berupa papan/batang/bilah, beri celah minimal 3 cm.
  3. Apapun jenis material yang digunakan, bagian atas dan bawah ruang antara dinding fasad dan secondary skin diusahakan terbuka.

 

Secondary skin terdiri dari beberapa material sebagai berikut :

  1. Kayu (papan, bilah)
  2. Bambu (batang)
  3. Aluminium (batang)
  4. Besi (batang hollow)
  5. Baja ringan (batang, bilah)
  6. Enamel-finished aluminium metal (panel)
  7. Frosted glass / kaca es (lembar)
  8. Vegetasi

 

Dengan secondary skin tak boleh menghambat perolehan kenyamanan termal pada rumah / bangunan. Dengan fungsinya sebagai filter radiasi panas matahari maka aspek kebutuhan view ke luar bangunan tak harus menjadi prioritas utama.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *