Shade dan Filter

Ada 5 strategi pengendalian termal untuk iklim tropis basah seperti di Indnesia, yang pertama adalah Shade dan Filter.

Shade adalah strategi pengendalian termal menggunakan sun shader. Sun Shader merupakan komponen pada fasad rumah atau bagian rumah yang berfungsi sebagai pembayangan sinar matahari. Sun shader bersifat masif dan tanpa lubang, sehingga tidak ada sinar matahari yang masih dapat ditransmisikan.

Filter adalah strategi pengendalian termal menggunakan sun filter. Sun filter merupakan komponen pada fasad rumah yang berfungsi sebagai penyaring sinar matahari. Sun filter berlubang dan/atau bersifat transparan, sehigga masih ada radiasi panas matahari yang dapat masuk ke dalam rumah.

Ada beberapa strategi shade dan filter, namun yang diutamakan ada 3 teknik pasif, antara lain :

 

  1. Shading Devices

Shading devices (peneduh) meliputi sirip penangkal sinar matahari (SPSM), bidang dinding, atap balkon, atap lebar, kisi-kisi (louvre) dan kerai otomatis (automated blinds). Adapun pertimbangan dimensi shading devices sebagai berikut.

  1. Kebutuhan pembayangan

Pembayangan terkait sudut jatuh sinar matahari.

  1. Kebutuhan view

Makin besar dimensi shading devices atau makin rapat komponen sirip/louvre/blind maka view makin terbatas.

  1. Kebutuhan estetika

Dimensi shading devices harus proposional terhadap dimensi fasad rumah.

Sirip penangkal sinar matahari berupa sirip pada fasad yang terintegrasi dengan desain bukaan cahaya, jumlah sirip ada yang tunggal atau ganda (bersusun/sejajar). Bidang dinding dapat berupa dinding tambahan pada bidang bidang fasad atau dinding pembentuk subtract yang mengelilingi bukaan cahaya.

Tipe SPSM sebagai berikut :

  1. SPSM horizontal (horizontal devices)

SPSM horizontal efektif untuk sinar matahari dengan altitude tinggi (10.00 – 14.00) pada fasad timur dan barat.

  1. SPSM vertikal (vertical devices)

SPSM vertical efektif untuk sinar matahari dengan altitude rendah (08.00 – 10.00, 14.00 – 16.00) pada fasad utara dan selatan.

  1. SPSM gabungan horizontal dan vertikal (egg-crate devices)

SPSM gabungan horizontal dan vertikal efektif untuk berbagai altitude sinar matahari.

Adanya balkon akan memberi pembayangan pada fasad di bawahnya. Balkon yang sempit hanya dapat memberikan pembayangan terbatas, sedangkan dengan balkon yang lebar, perolehan pembayangan lebih banyak dan bukaan cahaya dapat dibuat lebih besar.

Atap lebar cukup memberi pembayangan pada fasad di bawahnya. Udara pada ruang eksterior yang dinaungi atap menjadi lebih sejuk, sehingga dapat dioptimalkan untuk penghawaan alami.

Kisi-kisi (louvre) adalah sirip-sirip pendek yang disusun rapat dengan sudut kemiringan tertentu secara horizontal atau vertikal, sehingga dapat memfilter penerimaan radiasi panas matahari. Bila altitude sinar matahari sudah kecil (saat sore hari), pembayangan dapat dibantu oleh screen/tirai.

Ditinjau dari kelancaran sirkulasi udara, ada perbedaan antara SPSM dan louvre. Udara yang suhunya lebih panas akan memuai, lebih ringan, dan bergerak ke atas. Louvre memiliki celah di antara sirip-siripnya, sehingga tidak terjadi akumulasi udara panas di daerah yang dibayangi.

 

Kerai otomatis (automated blinds) adalah louvre yang bersifat fleksibel dimana sudut kemiringan sirip-siripnya dapat diubah menggunakan motor penggerak sesuai dengan sudut jatuh sinar matahari. Perubahan sudut kemiringan ini dapat diatur secara otomatis berdasarkan program komputer yang telah di-input data pola lintasan matahari sepanjang tahun. Perletakan kerai otomatis dapat di luar atau di dalam rumah.

 

Adapun 2 teknik pasif berikutnya bisa Anda lihat di sini.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *