Thermal Insulation

Ada 5 strategi pengendalian termal untuk iklim tropis basah seperti di Indnesia, yang kedua adalah Thermal Insulation.

 

Info : Untuk strategi pendalian termal yang pertama, bisa Anda lihat di sini.

 

Thermal insulation (insulasi termal) adalah strategi pengendalian termal melalui penggunaan material yang mampu mereduksi perpindahan panas. Perpindahan panas dapat direduksi karena material tersebut memiliki kemampuan konduksi panas yang rendah dan kemampuan memantulkan daripada menyerap radiasi panas.

Strategi thermal insulation terdiri atas tiga macam.

 

  1. Insulative Wall

Insulative wall adalah pengendalian termal menggunakan material dinding rumah / bangunan dengan konduktivitas panas dan transmitans panas rendah, sehingga memiliki kemampuan menginsulasi panas, maka perpindahan panas masuk ke dalam rumah / bangunan pun dapat direduksi.

Adapun untuk pemilihan material dinding, utamakan memakai tumbuhan (kayu lunak, kayu keras, plywood) dan batu bata (batu bata ringan, batu bata padat).

 

  1. Thermal Mass

Thermal mass adalah pengendalian termal menggunakan material dinding rumah / bangunan dengan density tinggi dan specific heat capacity tinggi, sehingga memiliki kemampuan menghambat perpindahan panas masuk ke dalam rumah / bangunan.

Di Indonesia, contoh material thermal mass adalah beton yang digunakan sebagai struktur dinding geser (shear wall) rumah / bangunan. Maka thermal mass disebut juga structural mass. Material lain yang dapat digunakan sebagai thermal mass adalah batu alam yang digunakan sebagai pembungkus dinding rumah / bangunan (cladding)

Thermal mass lebih tepat digunakan di iklim panas kering (arid) yang mengalami fluktasi suhu ekstrim antara siang dan malam hari, sehingga jika di Indonesia, sebaiknya batasi penggunaan beton dan batu bata alam untuk thermal mass.

 

  1. Roof Thermal Insulation

Roof Thermal Insulation adalah penggunaan material yang dapat berfungsi sebagai insulasi termal, sehingga dapat mereduksi perpindahan panas ke ruang di bawah atap.

Adapun untuk pemilihan material Roof Thermal Insulation, Anda bisa menggunakan aluminium foil yang cocok digunakan di iklim yang panas. Dengan emissivity sangat rendah dan reflectivity sangat tinggi, aluminium foil efektif digunakan jika sumber panas berasal dari luar rumah / bangunan yaitu radiasi panas matahari. Emissivity aluminium sangat rendah (0,03 – 0,05) dimana radiasi panas matahari yang direradiasikan hanya 3% sampai 5% dari 100% yang diterima. Kemampuan pantul (reflectivity) sangat tinggi, di mana radiasi panas matahari yang dipantulkan 95% hingga 97% dari 100% yang diterima.

Aluminium foil berbentuk lembaran tipis dengan ketebalan sekitar 0,2 mm. Reduksi perpindahan panas lebih efektif jika diberi bantalan udara dengan tebal keseluruhan 4 mm atau 8 mm. Adapun pemasangannya dengan cara disisipkan di antara rangka atap (umumnya di bawah reng).

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *