Tipe Bukaan Udara

Tipe bukaan udara (opening) pada rumah / bangunan dapat berupa jendela, lubang angin, kisi-kisi (louvre), lubang, celah, bidang dinding yang dapat dibuka, dan sisi rumah / bangunan tanpa dinding, serta bukaan udara yang terdapat pada cool well, wind catcher, dan cooling tower.

 

Terkait kenyamanan termal, bila kecepatan gerak udara / angin adalah potensi maka tipe inlet yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

  1. Tipe inlet harus dapat mengarahkan gerak udara dalam ruang semerata mungkin.
  2. Tipe inlet harus optimal dalam mendukung laju udara (air flow) dan pergantian udara dalam ruang.
  3. Tipe inlet harus fleksibel untuk dibuka tutup tergantung kebutuhan.

 

Jika pergerakan udara / angin adalah potensi, casement side-hung adalah tipe bukaan jendela yang paling efektif untuk laju udara (air flow) dan pergantian udara dalam ruang, sehingga paling mendukung perolehan kenyamanan termal.

 

Cool well adalah sumur udara yang digunakan sebagai sistem ventilasi untuk membantu pergantian udara dalam ruang. Arah pergerakan udara hangat menuju ke atas, sedangkan udara dari luar rumah / bangunan yang lebih sejuk ke bawah.

 

Wind Catcher adalah menara penangkap angin yang digunakan sebagai sistem ventilasi di daerah beriklim tropis kering (arid), untuk membantu pergerakan udara dalam ruang, sehingga dapat diperoleh kenyamanan termal. Wind catcher dapat dilengkapi kolam untuk passive cooling effect. Lokasi inlet tinggi di atas rumah / bangunan, karena saat siang hari suhu udara di dekat inlet tersebut lebih sejuk daripada di atas permukaan tanah. Dengan stack effect, udara dalam ruang dapat terisap ke luar menuju atas menara dan digantikan oleh udara yang masuk melalui jendela.

 

Cooling tower adalah menara pendingin udara yang juga digunakan sebagai sistem ventilasi, untuk membantu perolehan kenyamanan termal di daerah beriklim tropis kering (arid). Menara ini berfungsi sebagai ruang transisi bagi udara panas / hangat, sehingga mendapat penyejukan dari efek pembayangan sebelum masuk ke dalam rumah / bangunan. Untuk membantu efek penyejukan, passive cooling effect dimanfaatkan dengan menggunakan bantalan basah yang terdapat di dinding menara (air disuplai oleh pompa).

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *