Ventilasi Alami

Ventilasi alami (natural ventilation) adalah proses untuk menyediakan dan mengganti udara dalam ruang tanpa menggunkan sistem mekanik. Ventilasi alami disebut juga penghawaan alami.

 

Keuntungan pengadaan sistem ventilasi alami pada rumah / bangunan adalah sebagai berikut.

  1. Kenyamanan termal bagi pengguna rumah / bangunan

Terjadi pergantian udara di dalam ruang / bangunan yang lebih hangat dan lembap, oleh udara dari luar bangunan yang lebih sejuk dan kering.

  1. Memperoleh indoor air quality (IAQ) untuk kesehatan

Pergantian udara membuang ke luar VOC dan polutan-polutan lainnya dari dalam ruang atau bangunan.

  1. Mencegah terjadi sick building syndrome (SBS)

Dengan diperolehnya IAQ yang baik maka sindrom kesehatan pada pengguna rumah / bangunan dapat dikurangi atau dicegah.

  1. Penghematan energi operasional rumah / bangunan

Dengan penerapan teknik pasif pada system ventilasi maka energi listrik untuk pengoperasian peralatan mekanis dapat direduksi.

  1. Reduksi gas rumah kaca

Dengan reduksi energi listrik untuk pengoperasian peralatan mekanis maka secara tidak langsung membantu mereduksi emisi gas rumah kaca dari pembangkit tenaga listrik yang berbahan bakar batubara dan migas.

  1. Meningkatkan produktivitas kerja

Produktivitas kerja pengguna rumah / bangunan dapat meningkat 0,5% hingga 11% bila mendapat kualitas udara yang baik.

 

Indoor air quality (IAQ) adalah kualitas udara di dalam dan di sekitar rumah / bangunan, terutama terkait dengan kesehatan dan kenyamanan pengguna bangunan. Indoor air quality dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan udara, kandungan gas (seperti oksigen, karbondioksida, dan radon), berbagai polutan, dan bau. Polutan meliputi VOC (kimia organic yang teremisi dari material seperti cat, larutan pembersih, perekat, dan pestisida), debu atau partikel, atau serat material bangunan (contoh: asbestos, paricle board, dan karpet), asap pembakaran (terutama dari asap tembakau), debu, jamur, dan bakteri).

 

Dampak negative VOC dan polutan umumnya berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan. Dalam jangka pendek sebagian pengguna rumah / bangunan dapat merasakan asma dan alergi. Dalam jangka panjang sejumlah zat dapat menyebabkan kanker paru-paru.

 

Sick building syndrome (SBS) adalah sindrom kesehatan pengguna rumah / bangunan akibat kondisi rumah / bangunan yang kurang memenuhi syarat kesehatan, terutama disebabkan oleh kualitas udara indoor-nya. Sindrom meliputi iritasi mata, hidung, dan tenggorokan , gangguan umum pada syaraf dan kesehatan, iritasi kulit, reaksi hipersensitif, juga sensasi terhadap rasa dan bau.

 

Sumber: Fisika Bangunan 1 by Nur Laela Latifah, ST. MT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *